Kawan Lama

Cerita ini dimulai waktu saya menginjak SMK, jalur track sekolah yang terlalu sehingga tidak memungkinkan saya berangkat sekolah dari rumah, ngekost pun jadi alternative, saya mulai kost ketika sedang MOS (Masa Orientasi Siswa), saya ngekost tidak jauh dari sekolah, dan formasi anak kost saat itu terdiri dari empat orang, yang semuanya dalam satu kecamatan, selama setahun kami berempat menempati kost tersebut, karena kondisi ibu kost yang sering sakit-sakitan  dan merasa tidak sanggup memasak untuk kami berempat akhirnya kami pindah dari tempat tersebut, padahal kami kerasan ngekost di tempat tersebut :(.

Ketika mengijak kelas dua SMK, kami berempat terpisah maklu lain sekolah, saya mencari kost lagi di sekitar sekolah, alhamdulillah akhirnya ketemu juga, ketika siang bapak dan ibu kost tinggal di rumah kedua, kalo malem tinggal di tempat kost, maklu punya rumah dua, dengan kondisi tersebut menyebabkan keleluasaan bagi kami, mau bolos sekolah masuk sekolah tidak ada yang tahu :). tiap pulang sekolah pasti temen-temen mampir di tempat kost, sehingga tempat kost pun menjadi tempat kedua setelah ruang sekolah.

Menjadi anak kost membuat saya sedikit mandiri, sering kali saya kehabisan bekal, kalo situasi sudah cukup sulit, kami mengamen di desa tetanga, dengan berbekal gitar yang sudah usang  kami berjalan kaki dari rumah ke rumah, dari tendan ke tenda memetik gitar sambil lantang menyanyikan lagu, setelah hari mulai surut kami pulang ke rumah kost kami, alhamdulillah hasil mengamen cukup untuk seminggu di perantauan, kebetulan teman saya perokok, jadi kalo udah dapat rezki sedikit, djarum black pun harus terhisap, biar belinya eceran :). tapi tetap nikmat.

Dengan berbekal uang saku yang terdiri dari recehan yang di perolah dari mengamen semalam kami berangkat sekolah, kalo sudah nyampek kanti sekolah ini yang lucu, pasti ditanya sama temen-temen “habis mbobol telpon umum ya”, aah cuek aja itu sudah biasa yang penting bisa njajan di kantin sekolah dari pada gak bisa :). sungguh pengalaman yang tidak bisa di lupakan, dan sekarang kita sudah memulai kehidupan yang lebih dewasa semoga sukses dan nanti kalo sudah punya mobile  kita gabung Djarum Black Motodify, biar mobil kita makin kinclong dan keren, amin ya robal alamin.

Dan artikel ini sebagai penutup dari artikel sebelumnya, adapun list dari artikel sebelumnya:

Atau dapat juga dengan mengklik link ini djarum blog

gak pernah update blog

Sudah sekian lama aku tidak update blog ku ini, memang aku sengaja berbuat begini dan aku punya alasan :). kalau pun saya update saya akan mengganti tanggal posting nya , ini karena saya sedang memeriahkan djarum blog competition dan pemenangnya akan di umumkan pada bulan april 2010, maka dari itu blog ini sengaja tidak saya update sampai diumumkannya juara dari djarum blog competition, mohon maaf pada seluruh pengunjung mohon dan semoga bapak-bapak ibu-ibu adek-adek mbak-mbak mas-mas mohon jangan jenuh berkunjung ke blog saya ini, dan akhirnya terima kasih 🙂 keep blogging aja dhe.

Link aggregation in Freebsd

apa itu link aggregation ?

Link aggregation merupakan mengumpulkan lebih dari 1 link menjadi 1 link virtual. Ini sering digunakan untuk melakukan “bounding” suatu interface baik di switch maupun ethernet untuk memperbesar kapasitas dari link atau interface tersebut. Protokol yang sering digunakan dalam hal ini adalah lacp (Link Aggregation Control Protocol)

Link aggreation dapat dilakukan pada ethernet sesuai dengan sistem operasi yang digunakan, misalkan kita ingin mengambungkan 2 NIC dengan kapasitas 100Mbps mejadi 200Mbps dengan melakukan agregasi terhadap interface tersebut kemudian dihubungkan ke suatu manageble switch yang support agregasi

nah sekarang gimana kalo kita uplikasikan pada Freebsd, saya menggunakan lagg driver pada freebsd, pada freebsd biasanya tidak di sertakan untuk itu kita terlebih dahulu harus mencompile kernel kita dengan menambahkan options berikut pada default kernel configurasi

device lagg

kalo sudah kita lihat apa lagg driver sudah tertanam pada mesin freebsd

# kldload if_lagg
# kldstat

kalo sudah terload dengan baik, langsung saja kita edit rc.conf dengan editor

#ee /etc/rc.conf

tambahkan baris berikut

ifconfig_em0=”up”
ifconfig_em1=”up”
cloned_interfaces=”lagg0″
ifconfig_lagg0=”laggproto lacp laggport em0 laggport em1″
ipv4_addrs_lagg0=”10.24.116.2/32″
defaultrouter=”10.24.116.100″

Keterangan
em0=NIC pertama
em1=NIC kedua
lagg0=Nama bounding ethernet

kemudian save dan restart mesin freebsdnya, maka kita akan melihat NIC device kita akan di bounding dengan nama lagg0.

semoga bermanfaat 🙂